Facebook Siapkan Rp 10 Miliar untuk Hacker yang Berhasil Temukan Celah Keamanan

Hanya untuk memperketat keamanan pada layanannya, ternyata Facebook sanggup menghabiskan dana total 1 dolar Amerika Serikat, atau mencapai Rp 10 miliar. Uang sebanyak itu diterima oleh para hacker dunia yang mampu menemukan celah pada sistem keamanan di situs salah satu jejaring sosial terpopuler di dunia.

Para hacker itu dikumpul dalam program bernama Bug Bounty yang telah dijalankan oleh manajemen Facebook sejak dua tahun terakhir. Para peneliti keamanan yang mengikuti program tersebut berasal dari 51 negara di dunia. Jumlahnya mencapai mencapai 329 orang, yang saling bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 persen di antara para hacker itu merupakan orang-orang yang tinggal di Amerika Serikat. Negara ini sendiri masuk dalam lima negara teratas, bersama India, Inggris, Turki, dan Jerman. Sedangkan untuk 10 negara teratas dengan tingkat pertumbuhan tercepat, adalah Amerika Serikat, India, Turki, Israel, dan Kanada, serta kemudian diikuti oleh Jerman, Pakistan, Mesir, Brasil, dan Swedia.

Berdasarkan pers rilis yang dikeluarkan oleh manajemen Facebook, mereka mengakui telah memperkerjakan dua orang hacker dari semua yang pernah dikumpulkannya itu. Kedua peretas jempolan itu ditarik sebagai karyawan pada tim keamanan Facebook. Hal tersebut menjadi bukti bahwa program Bug Bounty yang mereka jalankan telah berhasil, bahkan jauh lebih sukses dari perkiraan mereka sebelumnya.

Keamanan Facebook Meningkat

Menurut Security Engineer di Facebook, Collin Greene, seperti yang dinyatakan melalui pers rilis tersebut, kemajuan dalam program Bug Bounty itu sangat menggembirakan, karena dapat memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perkembangan Facebook. Keuntungan paling utama, tentu saja dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menjaga keamanan Facebook dari serangan-serangan para hacker.

Selain itu, dengan program Bug Bounty yang telah dijalankan tersebut, mereka juga bisa memanfaatkan bakat dan perspektif orang-orang dengan bermacam-macam latar belakang dari seluruh dunia. Meski harus mengeluarkan biaya yang besar untuk hal tersebut, Facebook sepertinya tidak begitu peduli. Karena, pastinya sangat membutuhkan orang-orang pintar dari segala penjuru dunia yang bisa menutup celah keamanan situsnya, sehingga menganggap dana yang telah dikeluarkan sebagai sebuah investasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*