Sekian lama berkecimpung di dunia komputer, banyak hal yang penulis alami, mulai dari hanya sebagai pengguna komputer, hingga sebagai teknisi komputer. Ada banyak hal yang bisa memberikan manfaat bagi penulis, manfaat tersebut terutama berupa pengetahuan dalam bidang IT yang tiap hari ters berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

AntiVirus Anti Virus Terbaik 2013 adalah Avira

Selain manfaat, ada pula hal yang bikin kesal karena bisa menghabiskan waktu kita yang seharusnya lebih produktif. Salah satu contoh yang membuat penulis jadi kesal adalah virus. Ya benar, virus bsia membuat pengguna dan pakar IT menjadi kesal. Karena virus, waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk hal positif bisa terbuang percuma tanpa banyak manfaat yang bisa kita peroleh. Waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk mengerjakan tugas malah kita gunakan untuk memperbaiki file-file dan system yang terkena virus.

Konfigurasi Anti Virus

Lanjut dengan pembahasan mengenai virus. Ada pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan. Untuk itu, seharusnya sebelum virus itu menyerang komputer, kita harus memiliki penangkalnya sebelum masuk ke komputer kita. Nama penangkal virus adalah Anti Virus yang biasa disingkat AV.

Ada bermacam-macam Anti Virus yang beredar, (Menurut saya) hanya beberapa saja yang memang terbukti memprotek komputer dari virus. Dan dari beberapa AV tersebut harus ada satu yang bisa kita pilih dan digunakan pada komputer yang kita pakai. Untuk yang satu ini, saya memakai dan memilih Avira Free 2013.

Realtime Protection Avira Anti Virus

Kenapa harus Avira, kenapa bukan Avast, AVG atau yang lain? Jawabannya sederhana dan mohon maaf kalau terlalu subyektif. Dulu sekitar tahun 2009 saya adalah pengguna AVG dan tidak menggunakan yang lain (Saat itu masih miskin bandwidth dan masih menggunakan Windows XP). Akhirnya suatu ketika, system Windows saya rusak beberapa kali dan harus dilakukan install ulang. Setelah saya telusuri, ternyata penyebabnya adalah AVG yang menyebabkan virus.

Akhir 2009, setelah mencari referensi ke sana kemari, aku mencoba menggunakan Avast. Ternyata, Avast jauh lebih baik dari AVG karena lebih ringan daripada AVG dan proses penanganan virus-nya pun jauh lebih baik (Masih menggunakan Windows XP). Pertengahan 2010, komputer yang penulis pakai kecolongan. Banyak sekali virus yang menyebar di komputer, padahal Avast yang penulis pakai selalu update, baik databse Anti Virus atau softwarenya sendiri. Mau tidak mau harus install ulang Windows (Masih memakai XP tetapi sudah tidak miskin bandwidth).

Manual Update Avira Free AntiVirus

Lirik sana lirik sini, ketemukah yang namanya Avira. Install dan jalankan Avira, beserta update database Anti Virusnya. Komputer berjalan sedikit lambat karena ternyata Avira membutuhkan memory yang lebih besar jika dibandingkan dengan Avast. Masih mencoba setia menggunakan Avira karena beberapa hari setelah itu sudah punya uang lebih untuk upgrade RAM (Dulunya cuman 512MB, kemudian upgrade menjadi 1536MB atau biasa disebut 1,5GB).

Awal 2011 beli laptop baru (Baca kredit). Install Windows 7 dengan anti virus tetap memakai Avira Free. Lambatnya tidak begitu terasa karena kecepatan notebook bisa mengimbangi resource yang diminta oleh Avira. Update Avira juga secara otomatis, karena sudah tidak ada istilah fakir bandwidth.

Scan folder menggunakan Avira

Pertengahan 2012, beli laptop baru karena laptop lama ada sedikit kendala. Kali ini laptop yang baru beli memakai processor 64 bit sehingga untuk memaksimalkan kinerjanya, mau tidak mau harus install OS Windows 7 64 bit. Untuk anti virus, tetap memakai Avira dan tidak ada masalah dengan Windows 64 bit.

Sampai saat ini pun, tahun 2013, anti virus yang penulis pakai tetap Avira Free. Jadi jawaban dari pertanyaan pada judul artikel ini adalah Avira Free Anti Virus.

FAQ

Q) Kenapa tidak menggunakan anti virus pro saja?
A) Mohon maaf, saya suka gratisan, jadi belum butuh beli yang pro.

Q) Bukankah yang pro jauh lebih bagus, kenapa harus tetap memakai yang free?
A) Betul, memang jauh lebih bagus yang pro. Tetapi untuk kebutuhan saya saat ini, yang free pun sudah lebih dari cukup untuk menangani virus.

Q) Bilang saja kalau kere, bokek, jadi memang tidak mampu beli anti virus pro?
A) Terserah mau bilang apa. Karena seebenarnya yang free juga tidak jelek-jelek amat. Sesuaikan sama kebutuhan saja.

Q) Ada rencana untuk balik ke Avast atau AVG?
A) Untuk saat ini belum. Tetapi tidak menutup kemungkinan suatu hari beralih ke AVG atau Avast lagi. Atau bisa beralih ke Anti Virus lain.

Q) Kalau saya ikut memakai Avira, apakah ada jaminan 100% aman dari virus?
A) Tidak ada jaminan seperti itu karena sejatinya virus lebih canggih dari Anti Virus. Kalau mau benar-benar 100% aman, klik tombol Start dan pilih Shutdown. Bisa dipastikan tidak akan ada lagi virus yang muncul dan menyebar ke komputer anda.

Kesimpulan.

Untuk saat ini, Avira Free is the best AntiVirus, TITIK!

Catatan.

Jika anda punya pengalaman seputar virus, atau anda punya anti virus lain sebagai andalan, jangan pernah ragu untuk berbagi pengalaman dengan kami dengan meninggalkan komentar di bawah ini.