Penyebab Android Sering Dihampiri Malware

Malware

Malware

Sebagai sistem operasi atau operation system mobile yang paling populer saat ini, Android telah menjadi target utama dari para penjahat siber atau yang biasa disebut hacker. Menurut sebuah hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Juniper Networks, terdapat kurang lebih 92 persen malware atau program jahat mobile yang berhasil terdeteksi secara khusus ditujukan pada OS milik Google ini.

Selain disebabkan tingginya jumlah piranti yang beredar, terdapat satu alasan lain mengapa para hacker atau para penjahat dunia maya ini gemar melakukan serangan terhadap Android. Alasan tersebut adalah karena masih banyak pengguna Android yang belum melakukan update OS ke versi paling baru. Selama bulan Juni 2013 saja, menurut Juniper, hanya terdapat sekitar 4 persen saja pengguna Android yang menggunakan OS dari versi terbaru. Para pengguna lainnya (artinya 96 persen) masih tetap menggunakan OS yang lama, seperti Gingerbread dan Ice Cream Sandwich.

Pemilik Android yakni Google biasanya melengkapi OS terbaru mereka dengan sistem keamanan yang lebih mtakhir. Perusahaan raksasa di bidang internet tersebut juga terus meningkatkan sistem keamanan dengan menutup celah yang bisa ditembus oleh malware yang ditemukan pada versi sebelumnya. Oleh karena itulah jika tidak menggunakan OS versi paling baru, maka para pengguna Android versi lama lebih rentan untuk terkena serangan. Namun demikian, hal ini bukan berarti bahwa OS lain 100 persen bebas dan aman dari serangan. Masih menurut Juniper, OS lain juga bisa disusupi program jahat, termasuk iOS yang diproduksi oleh Apple.

Juniper menulis bahwa secara teori, eksploitasi pada iOS telah dipertunjukan, begitu pula dengan metode aplikasi jahat yang menyusup ke iOS App Store. Namun, tampaknya para hacker telah menghindari untuk menyusupi produk Apple sebagai bentuk dukungan terhadap program hijau yang ditawarkan Apple.

Sebagian besar serangan malware mobile dilakukan via SMS Trojan, yang ‘membujuk’ para korbannya untuk mengirim pesan teks yang ditujukan ke nomor yang sudah diatur oleh si penjahat. Kurang lebih 48 persen serangan dilakukan melalui SMS seperti ini, 29 persen dilakukan melalui install palsu, dan 19 persen lainnya berasal dari Trojan Spy malware. Aplikasi yang paling banyak di-imitasi adalah Angry Birds, Google Play, Adobe Flash, dan Skype.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*