Masyarakat China Sukai Smartphone Menengah ke Bawah

Huawei-Ascend-D-quad

Sina telah merilis laporan tentang kecenderungan masyarakat China dalam memilih merk maupun harga smartphone. Kuisioner disebarkan ke sejumlah 800.000 responden dan meminta responden memberitahukan merk lokal yang paling mengesankan untuk mereka serta memasang harga smartphone seperti yang mereka inginkan.

Hasilnya, 18% diantara 670.000 responden memilih Huawei sebagai merk yang paling familiar dan berkesan bagi mereka, disusul Lenovo sebesar 17,9%, kemudian terakhir Xiaomi sebesar 16,5%. Tiga merk dagang ini ditempel secara ketat oleh Coolpad, Meizu, dan ZTE.

Huawei-Ascend-D-quad

Beruntungnya, Xiaomi yang baru saja menginjak usia 3 tahun sudah mampu menyamakan kepopulerannya dengan Huawei dan Lenovo yang menjadi raja di China. Lenovo, salah satu perusahaan yang terkenal dengan kekuatannya di penjuru dunia  Sedangkan Lenovo, perusahaan yang terkenal di seluruh dunia dengan kekuatannya di pasar PC, masih tetap menjadi yang populer di China dengan gadget mobilenya. Namun Lenovo masih sedikit tertinggal dari Samsung dalam angka penjualannya di wilayah China.

Disebutkan oleh Sina bahwa keenam merek ini menerima agregat 97 persen suara responden, dan 3% saja responden yang merasa tertarik dengan merk lokal yaitu Hisense, Haier, TCL, Gionee, Bubugao, dan OPPO. Respon mereka yang rendah terhadap produk OPPO merupakan hal yang mengagetkan, sebab selayaknya Xiaomi, OPPO sudah berhasil menarik perhatian media teknologi internasional Rendahnya respon masyarakat terhadap merek OPPO merupakan hal yang mengejutkan, karena seperti Xiaomi, dengan ambisi ekpansi globalnya serta modifikasi CyogenMod Android ROM.

Untuk masalah harga,6 70.000 responden lebih menyukai  handphone dengan harga menengah ke bawah. Benar-benar kompak. 57,8 persen responden bersedia membayar sejumlah RMB1.000-1.500 (antara Rp 1,8 juta dan Rp 2,7 juta) untuk satu handphone China. 30 persen diantaranya menyatakan mau mengeluarkan RMB1.501-2.000 (antara Rp 2,7 juta dan Rp 3,6 juta). Serempak, ketertarikan responden terhadap perangkat domestik menurun tajam jika harganya di atas RMB 2.000 (sekitar Rp 3,6 juta).

Mayoritas income didapat dari penjualan perangkat dengan harga lumayan tinggi walaupun perusahaan China nampak siap menjual kepada pelanggan lokal dengan harga menengah ke bawah. Perangkat-perangkat dengan harga sekitar di atas Rp 4,5 juta bisa menghasilkan profit yang bagus, walaupun mengharuskan menyaingi Samsung dan Apple serta pelanggan yang tidak terlalu peka pada harga mungkin lebih memilih merek internasional daripada merk lokal.

Para produsen domestik tak kehabisan ide. Mereka menciptakan perangkat dengan ‘harga premium’ seperti Ascend P6 dan Meizu MX3. Handpone dengan sub-kategori ini biasanya dilengkapi dengan  prosesor quad-core, kamera belakang dengan kualitas setidaknya 8MP beserta kamera depan, dan resolusi layar sekitar 1280 x 720.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*