Intel Ultrabook Diklaim Lebih Unggul Dari Para Pesaingnya

Ukuran laptop yang sangat tipis akhir-akhir ini semakin menjadi tren karena bobotnya yang ringan dan tidak memerlukan tempat yang besar. Seperti halnya laptop tipis yang dijuluki Ultrabook buatan Intel menjadi pionir di jajaran laptop dengan ukuran yang sangat tipis. Selama beberapa waktu Intel sempat menjadi satu-satunya vendor yang memproduksi Ultrabook tersebut, namun sekarang tidak lagi.

Intel dan Ultrabook bakal lebih tipisSemakin banyak vendor lain yang ikut melirik potensi pasar dari laptop tipis tersebut sehingga kemudian banyak yang memproduksinya.  Santhosh Viswanathan , Chief Representative Intel Indonesia, dalam pernyataannya terkait semakin banyaknya kompetitor yang masuk ke segmen laptop tipis dirinya mengatakan bahwa Ultrabook besutan Intel masih tetap lebih unggul. Masih menurut Viswanathan, Ultrabook tidak hanya menonjolkan ukuran yang tipis namun banyak komponen-komponen pendukung dalam laptop tipis yang dibuat Intel tersebut yang tidak dapat ditiru oleh para kompetitornya.

Viswanathan menambahkan bahwa kebanyakan pesaing tersebut hanya mengandalkan ukuran yang tipis, sedangkan untuk performa dan kecepatan Ultrabook diklaim masih lebih unggul. Salah satu yang diunggulkan dari Ultrabook buatan Intel tersebut adalah responsiveness atau kecepatan respons yang diklaim sangat cepat. Salah satu fitur yang menggunakan teknologi Smart Response dan Rapid Start membuatnya bisa melakukan proses loading sistem operasi jauh lebih cepat dan disebut hampir instan dari posisi “Hibernate”. Teknologi tersebut bisa memberikan peningkatan kinerja sistem dan hanya terdapat di dalam Ultrabook.

Ultrabook ini menggunakan prosesor Core-i generasi ketiga atau yang sering disebut “Ivy Bridge” yang disebut-sebut mempunyai performa yang lebih tinggi dan telah dibekali dengan prosesor grafis yang terintegrasi dengan prosesor. Prosesor grafis pada Ivy Bridge sendiri diklaim mampu mengolah grafis lebih baik hampir dua kali lipat dari pendahulunya. Ultrabook juga dilengkapi dengan fitur “Smart Connect” yang memungkinkan komputer tetap dapat menerima email meskipun sedang dalam kondisi “Hibernate”.

Harga Intel Ultrabook ini bisa dibilang masih cukup tinggi, yaitu masih berada di kisaran harga belasan juta rupiah. Hal ini akan memunculkan peluang bagi vendor lain yang bisa menyediakan laptop tipis dengan harga yang lebih terjangkau. Meskipun tidak sehebat Ultrabook namun rasanya konsumen juga akan lebih memilih laptop tipis yang harganya jauh lebih murah. Bagaimana dengan Anda?

1 Comment on Intel Ultrabook Diklaim Lebih Unggul Dari Para Pesaingnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*